Showing posts with label Trending Topic. Show all posts
Showing posts with label Trending Topic. Show all posts

Friday, June 28, 2013

Men-ology



Inspired by friend's display picture, I've made a men-ology. First question: Are those smart-nice-handsome-but-not-gay kind of guy do exist? I'm a believer. So that I said YES, one in a million. Noted! I prefer changed "jerk" with "scumbag". Jerk is too polite, don't you think? But scumbag-guy sounds more real, mischievous yet complicated. Hehe. Btw have you ever met one, pal?


Xoxo
Ninda


PICTURE: BY AUTHOR


Follow my blog with Bloglovin

Thursday, June 13, 2013

Holycow! Holy Crap!



Pernah dengar Holycow! Steakhouse by Chef Afit? Saat ke Jakarta beberapa waktu lalu, teman saya Atuna merekomendasikan steak yang katanya sangat fenomenal. I wonder what's make this steakhouse extraordinary? Saya lebih bertanya-tanya pada fenomenanya ketimbang rasanya. Kata Atuna marketing di social media mereka sangat gencar. Ah the power of social media again! Soal rasa jangan ditanya: Heavenly! Saat itu saya order well-done untuk wagyu kami, dan sampai potongan terakhirpun masih terasa juicy.

Beberapa hari kemudian tanpa sengaja saya menonton feature kuliner Loobie Lobster yang tak kalah menggebraknya dengan Holycow! dan ternyata datang dari owner yang sama, Chef Afit dan sang istri Lucy Wiryono. Awalnya saya mengira kesuksesan Holycow! semata-mata karena tekhnik pemasaran dan promosi yang ciamik. Namun setelah web browsing, baca beberapa artikel, saya menarik satu kesimpulan bahwa yang membuat Holycow! "pecah" di pasaran adalah ide kreatifnya: "Wagyu for everyone!". Wagyu dan loobster yang identik tersaji di restoran fine dining dikonsep ulang agar bisa dinikmati oleh semua kalangan dengan harga yang lebih realistis. Holycow! yang dimulai dari warung kaki lima, sekarang tampilannya tak kalah dengan restoran cepat saji "si kakek tua". Meski telah berkembang sedemikian rupa, mereka tetap mempertahankan konsep awal, wagyu dengan harga affordable dengan tidak menyulap desain tempat serupa restoran bintang lima. Creativity start from small action, 'aight? Think big, start small. Ternyata big idea yang dieksekusi dari langkah kecil bisa menuai kesuksesan yang luar biasa. Holy crap! 



LOCATION
CAMPSenopati: Jl. Bakti No.15 Senopati, Jakarta
CAMPGading: Jl. Blvd Kelapa Gading WB2 No. 16, Jakarta
CAMPBonjer: Jl. Arteri Kelapa Dua No.18, Jakarta



PICTURE: BY AUTHOR

Monday, June 10, 2013

Book Review: 101 Creative Notes


#1 I'm Born Creative! Notes pertama dari 101 catatan-menjadi-kreatif yang di tulis oleh praktisi sekaligus founder OMG Consulting, Yoris Sebastian. Untuk menjadi kreatif kita harus punya mindset bahwa kita mampu, berbakat, terlahir kreatif. Creativity ain't a gift, it's a skill that we can learn in many ways. Saya lebih setuju menyebut buku ini sebagai workshop yang dikemas dalam bentuk hard copy. Yoris berhasil sharing kreatifitas dan pengalaman dengan bahasa yang sederhana tanpa terkesan show off. Adanya ilustrasi, quotes, dan foto yang disisipkan pada setiap notes menjadikan jenis buku pengembangan diri yang biasanya cenderung membosankan, mengundang untuk segera dilahap. Dan yang saya suka dari Yoris adalah selalu ada feedback untuk para pembaca. Kita bisa saling share beberapa topik melalui hastag ke @yoris. Sama seperti fenomena pasca Creative Junkies, usai membaca 101 Creative Notes saya tertular Yoris-isme. I take an action to learn many other skills. 4 from 5 for 101 Creative Notes. Those "I couldn't agree more!" moments makes this book worth to buy! Believe me, you want this book that much! *squeal*



TITLE: 101 Creative Notes
AUTHOR: Yoris Sebastian
PRICE: Rp. 58K
TAGS: Pengembangan diri, Inspirasional, Kreativitas, Ilustrasi
PENERBIT: Gramedia 



PICTURE: gramediamatraman.wordpress.com

Wednesday, April 24, 2013

Happy Belated World Book Day!





I read a book, therefore I am. There is no certain measurement to define either a good book or a bad one, not even from how many exemplars it was produced. For me a good book is one which pouring positive things in readers mind ― after I read them, life has never been the same again, or just simply make my day. Whether fiction or non fiction, those books give me a new mindset to facing the problem in life. And furthermore motivated me, push me to be a better person than I used to. Reading a book is habit, just as a cup of coffee to kick start a day. I'm a big fan of Sitta Karina and Dewi Lestari. They two could spread a spirit, love, thought, and even nationalism through their books. It's definitely captivated my heart! Happy Belated World Book Day! PF: 23 April 2013

Xoxo
Ninda


PICTURE: BY AUTHOR

Friday, April 12, 2013

The Green Spot



Talking about future, have you ever imagine how your home interior looks like? Despite I aint a type of person who vocal on go-green-things, I'll gladly keep some green spots surrounding. Not too lush, but green enough to build a connection between me and nature. Something that freshen and has a class also. Pictures above are collected from any different sources when I did sneak peek at Design Sponge. They were just mesmerizing my eyes in a green way!

PICTURE: DESIGN SPONGE




Monday, April 16, 2012

Instagram is The New Coco Chanel


Instagram, sebuah aplikasi social media untuk berbagi foto yang dilengkapi dengan aplikasi editing, belakangan ini sukses menyedot perhatian banyak kalangan. Instagram pertama kali hadir secara eksklusif untuk pengguna Apple IOS dan berhasil mempertahankan keeksklusifannya hingga 18 bulan. Kemudian para pecinta instagram harus berbesar hati untuk berbagi aplikasi ini dengan pengguna Android. Hingga pada akhirnya aplikasi ini berhasil diakusisi oleh facebook dengan harga yang sangat fantastis (1 Milyar USD).

Yang menarik di sini ialah isu eksklusifitas si instagram. Menurut saya wajar saja jika foto hasil instagram itu bagus-bagus. Due to object and location. Logikanya instagram awal hanya hadir untuk perangkat IOS yang cuma bisa dibeli oleh kaum middle up. Nah si pengguna instagram mula-mula ini pastinya mingle di tempat-tempat eksklusif, makan makanan mahal yang bentuknya unyu dan saking unyu nya sayang untuk di makan, serta liburan ke luar negri, bukan hanya from mall to mall. Dari objek yang difoto saja sudah classy, dengan klik filter ini, edit pake tools itu, Voila

Instagram is the new Coco Chanel! Bermain instagram mungkin sensasinya sama dengan menenteng Chanel bag. Bisa mendongkrak status sosial dan total look Anda. Ibarat membeli Chanel, kalau mau yang asli ya harus ngoyo dikit. Tapi toh kini sudah banyak KW-an nya di Mangga Dua dan ITC. Ketika instagram merambah ke pasar android dan facebook rasa-rasanya seperti melihat instagram KW super. Sayangnya instagram for android tidak selengkap pada IOS. Ada beberapa filter dan tools yang tidak dihadirkan di sana. Ada harga, ada rupa.


Hal ini merupakan salah satu bentuk prestige yang ditawarkan oleh era social networking. Bagaimana sebuah social media yang biasanya bisa diakses secara free, kini harus punya uang 7 juta dulu baru bisa bikin accountIt cost us a big effort to play instagramIni yang membuat si instagram begitu spesial. Not just an applicationBagi pengguna instagram mula-mula, jangan berkecil hati. Mungkin setelah ini akan hadir instagram-instagram yang lain. Do wait:)