Tuesday, March 17, 2009

SEASON 2

“Nindut, kamu kenapa? Mau crita? Ntar malem kita ketemuan ya.”
Pertanyaan pertama. Dari seorang kakak yang biasa ku panggil Mbak Vania.

“Wah, udah jadi tante janda donk kamu, Nin?”
Aku tertawa membaca sms yang mempertanyakan statusku saat itu. Antara bingung harus menjawab apa, sekaligus merasa lucu dalam waktu yang bersamaan. Pertanyaan kedua. Kali ini datang dari Mbak Dezmon.
“Ha. Haha. Hahaha. Hahahaha…”
“Lagi patah hati kok malah ketawa,” simpulnya.

“Cik, piye ama bimbo?” lagi.

“Boleh tahu? Kamu ada apa tho ama Om? Kalian baik-baik aja, kan?” dan lagi.

“Lhoh, Dor. Bukannya kemarin kamu uda putus?” Entah kali ini pertanyaan yang keberapa.

Tiga hari yang lalu aku tidak tahu harus menjawab apa. Dua hari yang lalu aku masih tidak tahu harus berekspresi bagaimana. Tapi kemarin malam aku tahu dengan pasti apa yang aku rasakan. Oh My Gosh, aku betul-betul bisa merasa empati dengan Dewi Persik ketika kehidupan cintanya dipertanyakan oleh media dan khalayak! Namun bedanya aku belum sempat kawin siri.
Hahahaha…

“Bsk Lighter atau GH? Temu kangen sekalian gossip.”
Well, apakah ini semacam konferensi pers?

Malam ini akhirnya aku datang ke GH memenuhi undangan. Bersama dia, dan itu lebih dari sekedar jawaban. Kami bungkam, mempersilahkan Mbak Dezmon, Bang Ndut, dan Yeye merangkai jalan ceritanya masing-masing dengan ending yang sudah tersedia.

“Jadi sudah koma, tho. Gak titik lagi...” Sebuah pernyataan, bukan pertanyaan.
Aku nyengir lebar ke arah Bang Ndut.

Tidak ada koma, yang ada hanyalah awal baru. Paragraf baru.

Sekarang aku hanya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada kalian yang telah membuat kami merasa menjadi artis selama beberapa hari belakangan dengan perhatian serta dukungan yang datang. Buat Nanda, Mbak Dezmon, Mbak Vania, Bang Ndut, Yeye, kk Ndeph, Ujang, Keshia, Rani, Diaz, Nadya, Sigit, Yoga, Dilla, dan pihak lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu dalam postingan ini. Sungguh, kami tidak bermaksud membuat sensasi kalau itu yang sedang kalian pikir saat ini.

Untuk teman-teman yang sempat bertanya, yang hanya asas praduga tak bersalah, yang mengira-ira, yang penasaran, yang memberikan dukungan baik agar kami tetap berpisah maupun rujuk kembali, yang dengan rela menghibur dan mendoakan yang terbaik buat kami, yang sudah mendapat jawaban, dan yang belum mendapat jawaban, kisah kami memang sudah berakhir saat itu. Titik, bukan koma. Namun kini, ijinkan lah kami untuk membuka babak baru. Season 2.

Segala keputusan yang pernah ada merupakan sebuah media pembelajaran tersendiri bagi kami. Entah untuk saling menemukan atau melepaskan. Namun kami memilih untuk berdiri pada pilihan yang pertama. Kami ingin belajar kembali. Membaca hati, menghitung kasih, menghafal janji, dan merumuskan kata maaf. Kami sempat buta akan beberapa hal, tapi kini saatnya untuk kami belajar mengeja rasa demi rasa hingga akhirnya membentuk sebuah frasa yangsempurna.
Post a Comment